Friday, 6 February 2015

permainan tradisional hampir punah

permainan tradisional hampir punah
Masa kecil adalah masa-masa bermain yang tak ada beban dipikiran anak-anak, pikiran lepas berjalan apa adanya meskipun sekali ada saatnya menangis karena suatu pertengkaran dengan sesama teman namun itu hanya sesaat dan saat itu baikan kembali itu lah masa-masa kecil dulu dan tidak mempunyai rasa dendam, mudah memaafkan tidak ada yang namanya iri hati atau dengki. Semasa kecil dulu tempatnya dikampung cibubuay, saya gemar sekali bermain permainan tradisional, seperti, bermain layang-layang, pistol-pistolan, mobil-mobilan yang terbuat dari bambu, bermain sondah, bermain lompat tinggi, boy-boyan petak umpat, main bola,  dan lain sebagainya.

Namun apa boleh buat zaman telah berganti semua permainan itu sekarang hilang ditelan oleh zaman masa sekarang, yang berubah menjadi permainan yang serba modern. Dan anak-anak sekarang mulai beralih menggunakan permainan modern tersebut seperti boneka-bonekaan, mobil-mobilan yang pakai remot kontrol, PS, dan lain sebagainya semuanya harus membeli. Anak-anak dikampung saya telah menjadi korban dari globalisasi permainan modern. Globalisasi selalu dikaitkan dengan modernsiasi, tidak kuno, tidak ketinggalan jaman,dan lain sebagainya. Sehingga implementasinya, anak akan dicap ‘gak gaul’ atau ‘katrok’ jika tidak mencoba atau mengganti permainan-permainan tradisionalnya dengan mainan produk globalisasi tersebut.

  Ada beberapa orang tua yang kenapa mau memberikan/membelikan permainan tersebut alasanya agar anaknya betah dirumah tidak  keluyuran keluar rumah.
Padahal bila saya telaah permainan teradisional tersebut banyak manfaat dan filosofis, entah itu manfaat secara kasat mata atau sikis, salah satunya adalah kesehatan badan dikarenakan badan selalu bergerak ketika menikmati permainan tersebut, dan otak selalu berputar dengan berbagai taktik dan ide agar kita memenangkan permainan tersebut. Peran kebersamaan dan kekompakan pun tidak bisa lepas dari sebuah permainan.

Apakah benar irwan permainan tradisional mempunyai filosofis, Saya ambil contoh dalam hal bermain layang-layang dimana kalau kita ingin layang-layang itu terbang tinggi pasti butuh usaha kesabaran dan kerja keras, namun ketika layang-layang itu sudah terbang tinggi kita harus mampu memainkannya, agar terjangan angin tidak mengoyak dan menghancurkan layang-layang itu, begitu pun hidup kalau menurut saya untuk mencapai suatu tujuan perlu usaha dan kerja keras dan ingat harus dibarengi dengan doa, namun ingat ketika hidup kita sudah dipuncak atas kesuksesaan godaan selalu ada, hal ini di ibaratkan angin yang menerjang layang-layang yang kita mainkan.

Masa kecil kita tidak sia-sia bila kita mengalami dan merasakan permainan tempo dulu sebab hal itu menurut saya murni terlahir dari sebuah kreatifitas dari anak cibubuay itu sendiri tanpa pengaruh oleh budaya Barat itu sendiri.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 06:40
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

0 comments:

Post a Comment

 
Romeltea Media