Thursday, 5 February 2015

Definisi komunikasi

Secara etimologis , komunikasi berasal dari Bahasa latin communico yang berarti membagi. Yang dimaksud membagi adalah membagi gagasan , ide atau pikiran antara seseorang dan orang lain (Cangara, 2002:18). Comunico berakar dari kata communis yang berarti sama, sama arti atau sama makna (Effendy, 1992:54). Dalam komunikasi , hakikatnya harus terkandung kesamaan makna atau kesamaan pengertian. Tidak ada kesamaan makna atau kesamaan pengertian. Tidak ada kesamaan pengertian di antara mereka yang melakukan komunikasi , komunikasi tidak akan berlangsung. Tegas nya tidak ada komunikasi.

Komunikasi dalam Bahasa inggris dikenal dua macam :  communication dan comunmunication. Comumunication adalah proses pengoperan lambing-lambang yang mengandung arti, sedangkan communications adalah proses komunikasi yang menggunakan alat-alat mekanis, yang biasa disebut media massa. Berdasarkan pengertian tersebut , maka komunikasi adalah proses pengoperan lambing-lambang yang mengandung arti dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media massa.
Secara terminologis , para ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi-komunikasi dari berbagai presfektif , yakni presfektif filsafat , sosiologis , dan psikologis . Dalam presfektif filsafat, komunikasi dimakanai untuk mempersoalkan apakah hakikat komunikator-komunikan , dan bagaimana mereka menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas di alam semesta (Rahmat, 1997:8).

Kerangka ini sering dikutif  untuk merujuk kepada Aristoteles dalam bukunya De Arte Rhetorica, Aristoteles merumuskan komunikasi pada tiga komponen  yaitu siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan , dan siapa yang mendengarkan . Pendapat ini lebih relevan dengan komunikasi lisan dalam bentuk vidato  atau ceramah. Hal ini dapat dipahami karena pada zaman itu komunikasi baru muncul pada tataran retorika atau bicara di depan umum.

Dari prespektif  psikologis, Hovland, Janis, dan Kelly (dalam Rakh-mat. 1997:3) mendefinisi komunikasikan komunikasi sebagai “the process by which’an individual (the communicator) transmits stimulus (usually verbal) to modify the behavior of the other individuals (the audience.” Artinya komunikasi adalah proses yang ditempuh seorang individu (komunikator) untuk menyampaikana stimulus (biasanya dengan lambing dengan kata-kata) guna mengubah tingkah laku orang lain (komunikan). Bagi Hovland , komunikasi dilakukan untuk mengubah perilaku orang lain. Itulah yang menjadi objek studi ilmu komunikasi, yakni bagaimana caranya agar orang berperilaku atau melakukan tindakan tertentu . Lantas , Dance (1967) mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi komunikasi behaviorisme sebagai upaya untuk menimbulkan respons melalui lambing-lambang verbal.


Dipandang dari presfektif sosiologis, Colin Cherry (1964) mendefinisika omunikasi sebagai upaya untuk membuat satuan social yang terdiri dari individu-individu upaa untuk membuat satuan social yan terdiri dari individu-individu dengan menggunakan Bahasa atau tanda,. Harnack dan Fest (1964) menganggap komunikasi sebagai proses interaksi  interaksi di antara orang-orang untuk tujuan integrasi intrapersonal da interpersonal. Edwin Neumann mendefinisikan komunikasi sebagai proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi berfungsi (Rakhmat.1997:8). Rahmat menyatakan bahwa komunikasi dalah proses penyampaian dan penerima lambing-lambang hubungan social dimana individu-individu berinteraksi dan saling mempengaruhi . (Rakhmat, 2007:10). Pendapat tersebut menunjukan bahwa sosiologi menitikberatkkan komunikasi dalam konteks interaksi social untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 20:31
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

0 comments:

Post a Comment

 
Romeltea Media