Secara etimologis
, komunikasi berasal dari Bahasa latin communico yang berarti membagi. Yang
dimaksud membagi adalah membagi gagasan , ide atau pikiran antara seseorang dan
orang lain (Cangara, 2002:18). Comunico berakar dari kata communis yang berarti
sama, sama arti atau sama makna (Effendy, 1992:54). Dalam komunikasi ,
hakikatnya harus terkandung kesamaan makna atau kesamaan pengertian. Tidak ada
kesamaan makna atau kesamaan pengertian. Tidak ada kesamaan pengertian di
antara mereka yang melakukan komunikasi , komunikasi tidak akan berlangsung.
Tegas nya tidak ada komunikasi.
Komunikasi dalam Bahasa inggris dikenal dua macam : communication dan comunmunication.
Comumunication adalah proses pengoperan lambing-lambang yang mengandung arti,
sedangkan communications adalah proses komunikasi yang menggunakan alat-alat
mekanis, yang biasa disebut media massa. Berdasarkan pengertian tersebut , maka
komunikasi adalah proses pengoperan lambing-lambang yang mengandung arti dari
seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media massa.
Secara terminologis , para ahli komunikasi mendefinisikan
komunikasi-komunikasi dari berbagai presfektif , yakni presfektif filsafat ,
sosiologis , dan psikologis . Dalam presfektif filsafat, komunikasi dimakanai
untuk mempersoalkan apakah hakikat komunikator-komunikan , dan bagaimana mereka
menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas di alam semesta
(Rahmat, 1997:8).
Kerangka ini sering dikutif untuk merujuk kepada Aristoteles dalam
bukunya De Arte Rhetorica, Aristoteles merumuskan komunikasi pada tiga
komponen yaitu siapa yang berbicara, apa
yang dibicarakan , dan siapa yang mendengarkan . Pendapat ini lebih relevan
dengan komunikasi lisan dalam bentuk vidato
atau ceramah. Hal ini dapat dipahami karena pada zaman itu komunikasi
baru muncul pada tataran retorika atau bicara di depan umum.
Dari prespektif
psikologis, Hovland, Janis, dan Kelly (dalam Rakh-mat. 1997:3)
mendefinisi komunikasikan komunikasi sebagai “the process by which’an
individual (the communicator) transmits stimulus (usually verbal) to modify the
behavior of the other individuals (the audience.” Artinya komunikasi adalah
proses yang ditempuh seorang individu (komunikator) untuk menyampaikana stimulus
(biasanya dengan lambing dengan kata-kata) guna mengubah tingkah laku orang
lain (komunikan). Bagi Hovland , komunikasi dilakukan untuk mengubah perilaku
orang lain. Itulah yang menjadi objek studi ilmu komunikasi, yakni bagaimana
caranya agar orang berperilaku atau melakukan tindakan tertentu . Lantas ,
Dance (1967) mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi komunikasi
behaviorisme sebagai upaya untuk menimbulkan respons melalui lambing-lambang
verbal.
Dipandang dari presfektif sosiologis, Colin Cherry (1964)
mendefinisika omunikasi sebagai upaya untuk membuat satuan social yang terdiri
dari individu-individu upaa untuk membuat satuan social yan terdiri dari
individu-individu dengan menggunakan Bahasa atau tanda,. Harnack dan Fest
(1964) menganggap komunikasi sebagai proses interaksi interaksi di antara orang-orang untuk tujuan
integrasi intrapersonal da interpersonal. Edwin Neumann mendefinisikan
komunikasi sebagai proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi berfungsi
(Rakhmat.1997:8). Rahmat menyatakan bahwa komunikasi dalah proses penyampaian
dan penerima lambing-lambang hubungan social dimana individu-individu
berinteraksi dan saling mempengaruhi . (Rakhmat, 2007:10). Pendapat tersebut
menunjukan bahwa sosiologi menitikberatkkan komunikasi dalam konteks interaksi
social untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok.







0 comments:
Post a Comment