Ilmu dan
kemudahan itu ibarat dua sahabat dan dua saudara sekandung. Coba lihat para
ulama, kehidupan mereka senang, dan untuk berhubungan langsung dengan mereka
juga tidak sulit. Mereka memahami tujuan hidup.
Mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Dan ,
mereka telah menyelami dasar nilai kehidupan. Sedangkan para pezuhud yang
ilmunya masih sangat dangkal, masuk kategori orang yang kehidupannya sangat
mengenaskan dan banyak tertekan.
Mengapa ?
Karena hanya mendengar kalimat-kalimat yang tidak mengerti artinya, dan
masalah-masalah yang tidak mereka pahami arahnya. Penyimpangan yang menimpa
kaum Khawarij tak lain juga disebabkan tingkat ke ilmuan dan pemahaman mereka
yang masih dangkal.
Mereka
tidak mampu menyentuh hakikat-hakikat kebenaran, dan tidak mendapatkan petunjuk
untuk mencapai maksud-maksud syariah. Mereka berhenti pada kedangkalan, tidak
mau berusaha ke yang lebih tinggi, dan bahkan terjerembab di dalam kebingungan.






0 comments:
Post a Comment