Monday, 21 April 2014

qurrata a’yun

Hanya dengan pendidikan yang baik, yang berkualitas sesuai dengan jenjangnya, anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang qurrata ‘ayun (buah hati yang menyejukan), sosok generasi yang didambakan agama, masyarakat, dan bangsa, lebih-lebih orang tuanya. 

Allah swt berfirman:
“Ya tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami isteri-isteri kami dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami imam (pelopor, terdepan) bagi orang-orang yang bertaqwa. (Q.S Al-Furqan:74).


Mengenai pengertian qurrata a’yun Katsir bin Ziyad bertanya kepada Hasan Al-Bashri. “Apa yang dimaksud dengan qurrata a’yun. Apakah  qurrata a’yun itu di dunia ataukah di akhirat?’ Tanya Katsir bin Ziyad. Hasan Al-Bashri menjawab: “Demi Allah, itu didunia,” seraya menjelaskan: “ Yaitu ketika seorang hamba melihat isterinya dan anak-anaknya taat kepada Allah swt.


Demi Allah, bagi orang muslim, tidak ada yang lebih menyejukkanya dari pada melihat anak-anak isterinya tunduk patuh kepada Allah Azza Wa Jalla.”

 Demi tumbuhnya generasi yang qurrata a’yun, orang tua dengan demikian harus mewaspadai gejala mentalitas anak yang lemah akibat faktor pendidikan yang tersiasiakan. Anak yang dikhawatirkan tidak mampu menghadapi problem zamannya.


 Padahal zaman dari masa-masa tidak semakin bagus tapi justru semakin rawan. Allah swt memperingatkan:
   “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang dikhawatirkan terhadap (mentalitas) mereka. (Q.S An-Nisaa:9).


Bagian dari kewaspadaan ini  ialah orang tua tidak menyerahkan anak sepenuhnya kepada sistem pendidikan yang tidak kondusif bagi perkembangnya potensi fithrah mereka, apalagi pada sistem pendidikan yang justru menyelewengkan potensi fithrah tersebut.

Sikap menyerahkan anak sepenuhnya kepada sistem pendidikan yang tidak kondusif bagi perekembangnya potensi fithrah merupakan awal dari bencana terbesar.
Rasulullah Bersabda “ Setiap bayi dilahirkan atas fithrah (tahuid, iman). Kedua orang tualah yang menjadikannya memeluk yahudi, atau nasrani, atau majusi. (H.R. Bukhari I :240)



Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 05:56
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

0 comments:

Post a Comment

 
Romeltea Media