Tuesday, 15 April 2014

Proses Pendidikan Dari bangku Sekolah Dasar Hingga masuk perguruan Tinggi


Nama saya Irwan Adiansyah atau teman-teman bisa memanggil saya dengan sebutan Iwan saya lahir pada tanggal 27 Agustus 1994, saya lahir dari seorang ibu yang bernama Ibu Imas dan Ayah saya bernama Parman. Saya dilahirkan dari seorang sosok keluarga yang sederhana atau lapisan social ke bawah ayah saya hanya seorang tukang jahit konveksi sedangkan ibu saya hanya seorang ibu Rumah tanga.  Pendidikan pertama yang saya tempuh di SD Cibubuay saya lulus pada tahun 2007, dan setelah Itu melanjutkan ke Tingkat menengah pertama yaitu ke SMP Negeri 3 Simpenan setelah lulus dari SMP tahun 2010 saya pun mulai bingung dan akhirnya saya disuruh kerja bareng dengan bapak saya untuk menjadi seorang tukang jahit, namun dipikran saya, saya ingin melanjutkan sekolah ketingkat menengah atas, karena tidak ada biaya kedua orang tua terus bersih kukuh untuk  tidak melanjutkan sekolah,,,, disana saya mulai bingung antara kerja dan sekolah. Setiap hari sesudah shalat pardu saya selalu berdoa “Ya Allah hamba ingin melanjutkan sekolah namun orang tua tidak mempunyai biaya”,  setelah dua minggu kemudian dan doa saya terkabulkan akhirnya saya disuruh untuk daftar ke MAN PALABUHANRATU namun saya ditolak oleh salah satu pegawai TU nya, karena proses pendaptaran sudah habis untuk gelombang kedua, lalu saya meminta bantuan ke guru saya waktu saya menimba ilmu di SMP kebetulan gurunya lulusan MAN PALABUHANRATU  nama inisaialnya UJ. Akhirnya saya diterima di MAN PALABUHANRATU  berkat bantuan pak Uj. Keseokan harinya saya disuruh datang ke MAN PALABUHANRATU untuk mengikuti tes gelombang ke dua bersama teman-teman yang belum saya kenal namaya. Satu minggu kemudian akhirnya saya Lulus dan saya mendapatkan peringkat ketujuh dari 60 orang yang ikut gelombang kedua. Orang tua saya sangat terharu karena saya diterima di MAN PALABUHANRATU. Banyak rintangan dan tantangan sewaktu saya ingin melanjutkan ke tingkat Menengah Atas, akhirnya saya lulus pada tahun 2013. Sesudah lulus saya bingngung antara mau kerja dan kuliah, dan Alhamdulilah gak tau ada angin apa saya disuruh kuliah oleh ibu saya, padahal kalau dilihat dari sisi ekonomi orang tua saya orang menengah kebawah, kebingungan datang lagi harus sama siapa saya daftar kuliah ke Bandung, mau tidak mau saya mendatangi saudara dari nenek saya kebetulan  beliau salah satu orang yang tau dan berpendidikan  dan mungkin beliau juga Alumni UIN BANDUNG nama nya Ibu Ida. Lalu saya diajak ke Bandung untuk daftar di UIN BANDUNG. Lalu bu Ida tidak bisa mengantar saya keBandung lagi akhirnya saya berangkat ke Bandung sendirian. Yang saya teringat  kenang-kenangan yang paling mendalam Saya pernah tidur di Masjid karena saya tidak mempunyai sanak keluarga di Bandung dan kedinginan lalu keesokan harinya saya mengikuti Tes Jalur Tulis dan kebetulan saya tesnya di gedung UIN tidak seperti orang lain tesnya di luar gedung UIN. Satu bulan kemudian ada pengumuman kelulusan waktu itu pengumumannya pada bulan puasa, lalu saya membuka HP saya untuk mengakses situs UIN BANDUNG lalu saya memasukan no tes dan akhirnya saya diterima di UIN BANDUNG, pada waktu itu ada 56,000 peserta dan saya bisa masuk mengalahkan sebagian peserta, keesokan harinya saya pergi ke bandung sendirian untuk mengambil berkas-berkas, saya berangkat dari rumah jam 06:30 dan samapai ke bandung jam 14:00 WIB . Dan saya pun resmi menjadi Mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN UNUNG DJATI BANDUNG saya masuk Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik karena cita-cita saya ingin menjadi Anggota dewan atau menjadi seorang sosiolog.
    “Motivasi saya untuk sekolah dan melanjutkan keperguruan tinggi Negeri kalau saya melihat dari silsilah ibu mereka hanya lulusan Sekolah dasar, begitupun dari bapak saya mereka sama juga lulusan Sekolah Dasar, disinilah saya dengan perjuangan yang keras ingin membawa perubahan bagi keluarga saya” dan alhamdulilah anak dari ua saya ada juga yang melanjutkan keperguruan tinggi namanya Yuni di kuliahnya di ALMASTURIAH cibolang sukabumi mengambil Jurusan Pendidikan Agama/Tarbiyah.

    Walaupun kita dari golongan orang yang kurang mampu  tapi kita harus mempunyai cita-cita. Karena pendidikan itu Bukan untuk orang yag kaya raya, itu salah besar . Dan satu lagi kalau saya pulang sekolah semasa saya sekolah di aliyah banyak orang yang menggosip seharusnya yang tukang gossip itu Ibu-ibu ini kebalikanya malahan yang menggosip itu bapak-bapak. Buat apakatanya sekolah percuma kalau tidak dilanjutkan kuliah, karena bapaknya guru anaknya tidak jadi guru, malahan belum diangkat-angkat jadi PNS. Dan omongan mereka tidak terbukti akhirnya saya bisa masuk Keperguruan Tinggi Negeri.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 12:14
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

0 comments:

Post a Comment

 
Romeltea Media