Manusia
diciptakan dalam dua jenis kelamin, jenis kelamin-laki-laki dan jeniskelamin
perempuan. Jenis kelamin laki-laki dilengkapi dengan sepermatozoa (sel kelamin
jantan ), sedangkan jenis kelamin perempuan dilengkapi degan ovum (sel telur
betina).
Dua jenis
ini saling membutuhkan karena didorong
oleh libido (naluri seksual) yang merupakan insting terkuat adalam tubuh
manusia. Dari sisni timbul cara-cara dan tingkah laku mencari pasangan atau (jodoh).
Bila ada
persesuaian, maka terjadilah hubungan seksual yang disebut koitus, senggama,
junub, atau persetubuhan. Selama dilakukan melalaui jalan yang halaldan wajar (pernikahan),
hubungan seksual menjadi sehat, indah, dan menghilangkan beragam penyakit.
Sumur saja
kalau airnya ditimba dan dikeluarkan akan menjadi bersih dan indah. Bila
ditimba dan dikeluarkan airnya, sumur justru keliatan jelek dan kotor. Akan
sehat dan indah hubungan seksual melalui jalan pernikahan, para nabi dan Rasul
sebagai manusia-manusia utama pun melakukan tradisi itu. Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan
nabi kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. (Q.S Ar-Ra’ad:38).
Libido seksual seseorang yang tidak tersalurkan sedang dia dalam keadaan
normal maka dikawatirkan dia menderita tekanan urat saraf, timbul kesediahan
secara tiba-tiba, gila, kesurupan, penyempitan pembuluh darah, lemah syahwat
(impotensi), gerak tubuh menjadi kaku badab menjadi dingin (frigidisi), dan
lainya.
Hubungan seksual melalui jalan pernikahan yang menjadi fitrah manusia
tersebut memiliki banyak fungsi. Diantaranya fungsi rekreasi (refreshing)
Fungsi rekreasi adalah fungsi nikah adalah sarana untuk menghasilkan anak atau
keturunan.






0 comments:
Post a Comment