Monday, 21 April 2014

PERJUANGAN INGIN KULIAH KE BANDUNG


Perkenalkan saya mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung atau orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan UIN SGD, saya semester II jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, saya asli dari kampung Cibubuay Desa Cibuntu.
   


    Waktu saya lulus dari MAN PALABUHANRATU Pada tahun 2013, saya mulai bingung antara melanjutkan kuliah atau bekerja. Waktu itu orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk kuliah karena orang tua saya, tidak mempunyai uang untuk membiayai saya, orang tua hanya sebagai tukang jahit, penghasilanyapun tidak seberapa.


Namun perjuanggan saya tidak berhenti sampai disini. Setiap malam pada pukul 02:30 saya sering melakukan shalat Tahajud, dan shalat Hajat. Karena menurut saya dengan berdoa apa yang kita inginkan pasti Allah swt, akan mengabulkannya, Allah maha pengasih maha penyayang kepada setiap hambanya.


Dua Minggu kemudian doa saya di kabulkan oleh Allah swt, orang tua mengijinkan saya untuk kuliah, tapi kuliahnya harus di Palabuhanratu, namun saya tetap ingin kuliah di Bandung sesuai degan hati saya, karena saya ingin hidup mandiri dan bagaiman merasakan hidup yang serba pas-pasan.


Orang tua bilang kepada saya “ kalau seandainya kami tidak sanggup membiayai mu bagaimana:? Saya jawab, kalau bapak ibu tidak sanggup membiayai saya akan keluar, dan saya mungkin akan bekerja.


Dua Hari kemudian saya berangkat ke Bandung di temani dengan Ibu Ida Istrinya pak Pepen, saya berangkat dari Citarik pukul 02:00 Wib, memakai mobil pribadinya. Dan sampai di Bandung pada pukul 09:00 Wib. 

Lalu saya melakukan sebuah pendaftaran, saya kebagian gedung Z untuk tes tulis saya nanti.
Tiga hari kemudiaan saya pergi kebandung sendiri, berangkat dari rumah pada pukul 10:00 Wib, dan sampai di Bandung diterminal Leuwi Panjang pada pukul 19:30 Wib. Disana saya bingung harus kemana saya melangkahkan kaki ini, karena saya tidak tau jalan.


Akhirnya ada seorang bapak-bapak supir angkot bertanya kepada saya, mau kemana dek ? kata sibapak, saya menjawab “ mau ke Kampus UIN pak, terus sibapak menunjukan ke sebuah angkot katanya naik angkot ini aja dek “ujar tukang angkot. 

Akhirnya saya naik angkot itu, akhirnya tukang supir angkot itu tidak menurunkan saya didepan kampus UIN, dia membawanya saya sampai Cinunuk. Saya bertanya “pak sudah sampai ke UIN belum, lalu supir angkot itu menjawab “kampus UIN sudah keliwatan dek, coba ade disini jalan lurus, akhirnya saya jalan sekiatar 2 Kg untuk sampai ke UIN.


Sesudah saya menemukan kampus UIN, akhirnya saya memutuskan tidur di masjid sekitar UIN, karena saya di Bandung tidak mempunyai saudara, dan tidurnya ditemani udara yang sangat dingin. Pagi pun tiba sekitar jam 07:00 Wib, saya langsung bergegas menuju gedung Z untuk melakukan Test Jalur mandiri, dan pesertanya mencapai Lima Ribu Orang di berbagai gedung.


Dan saya disuguhi dengan soal-soal seperti Matematika, Bahsa arab,  Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi, Biologi, Fisika, kimia, dan lain sebagainya.
Singkat cerita Satu Bulan kemudian ada pembertihuan “ SELAMAT ANDA DITERIMA SEBAGAI MAHASISWA UIN SUNAN GUNUNG JATI BANDUNG PRIODI SOSIOLOGI”. Saya langsung sujud syukur, perjuangan saya tidak sia-sia, dan menurut informasi yang saya dapatkan tidak semuanya diterima, mungkin ada sebagian teman saya yang tidak lolos.


      Semoga dengan membaca kisah ini ada dermawan yang mau meringankan beban kedua orang tua saya, semoga ada lurah desa ingin membantu perjuangan saya untuk kedepannya.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 09:49
Print Friendly and PDF
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

0 comments:

Post a Comment

 
Romeltea Media