Perkenalkan
saya mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung atau
orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan UIN SGD, saya semester II jurusan
Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, saya asli dari kampung Cibubuay
Desa Cibuntu.
Waktu saya lulus dari MAN PALABUHANRATU Pada
tahun 2013, saya mulai bingung antara melanjutkan kuliah atau bekerja. Waktu
itu orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk kuliah karena orang tua saya,
tidak mempunyai uang untuk membiayai saya, orang tua hanya sebagai tukang
jahit, penghasilanyapun tidak seberapa.
Namun
perjuanggan saya tidak berhenti sampai disini. Setiap malam pada pukul 02:30
saya sering melakukan shalat Tahajud, dan shalat Hajat. Karena menurut saya
dengan berdoa apa yang kita inginkan pasti Allah swt, akan mengabulkannya, Allah
maha pengasih maha penyayang kepada setiap hambanya.
Dua Minggu
kemudian doa saya di kabulkan oleh Allah swt, orang tua mengijinkan saya untuk
kuliah, tapi kuliahnya harus di Palabuhanratu, namun saya tetap ingin kuliah di
Bandung sesuai degan hati saya, karena saya ingin hidup mandiri dan bagaiman
merasakan hidup yang serba pas-pasan.
Orang tua bilang kepada saya “ kalau seandainya kami tidak sanggup
membiayai mu bagaimana:? Saya jawab, kalau bapak ibu tidak sanggup membiayai
saya akan keluar, dan saya mungkin akan bekerja.
Dua Hari kemudian saya berangkat ke Bandung di temani dengan Ibu Ida
Istrinya pak Pepen, saya berangkat dari Citarik pukul 02:00 Wib, memakai mobil
pribadinya. Dan sampai di Bandung pada pukul 09:00 Wib.
Lalu saya melakukan
sebuah pendaftaran, saya kebagian gedung Z untuk tes tulis saya nanti.
Tiga hari kemudiaan saya pergi kebandung sendiri, berangkat dari rumah
pada pukul 10:00 Wib, dan sampai di Bandung diterminal Leuwi Panjang pada pukul
19:30 Wib. Disana saya bingung harus kemana saya melangkahkan kaki ini, karena
saya tidak tau jalan.
Akhirnya ada seorang bapak-bapak supir angkot bertanya kepada saya, mau
kemana dek ? kata sibapak, saya menjawab “ mau ke Kampus UIN pak, terus sibapak
menunjukan ke sebuah angkot katanya naik angkot ini aja dek “ujar tukang
angkot.
Akhirnya saya naik angkot itu, akhirnya tukang supir angkot itu tidak
menurunkan saya didepan kampus UIN, dia membawanya saya sampai Cinunuk. Saya bertanya
“pak sudah sampai ke UIN belum, lalu supir angkot itu menjawab “kampus UIN
sudah keliwatan dek, coba ade disini jalan lurus, akhirnya saya jalan sekiatar
2 Kg untuk sampai ke UIN.
Sesudah saya menemukan kampus UIN, akhirnya saya memutuskan tidur di
masjid sekitar UIN, karena saya di Bandung tidak mempunyai saudara, dan
tidurnya ditemani udara yang sangat dingin. Pagi pun tiba sekitar jam 07:00
Wib, saya langsung bergegas menuju gedung Z untuk melakukan Test Jalur mandiri,
dan pesertanya mencapai Lima Ribu Orang di berbagai gedung.
Dan saya disuguhi dengan soal-soal seperti Matematika, Bahsa arab, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi, Biologi,
Fisika, kimia, dan lain sebagainya.
Singkat cerita Satu Bulan kemudian ada pembertihuan “ SELAMAT ANDA
DITERIMA SEBAGAI MAHASISWA UIN SUNAN GUNUNG JATI BANDUNG PRIODI SOSIOLOGI”.
Saya langsung sujud syukur, perjuangan saya tidak sia-sia, dan menurut
informasi yang saya dapatkan tidak semuanya diterima, mungkin ada sebagian
teman saya yang tidak lolos.
Semoga dengan membaca kisah
ini ada dermawan yang mau meringankan beban kedua orang tua saya, semoga ada
lurah desa ingin membantu perjuangan saya untuk kedepannya.







0 comments:
Post a Comment