Saturday, 7 February 2015

Identitas dunia maya

kejahatan internet

Sebagai bagian dari perkembangan IT yang luar biasa begitu pesat, kehadiran internet beserta situs atau konten yang ada didlamnya, bukan saja telah melahirkan perubhan perilaku orang per orang, tetapi juga perubahan ditingkat kelompok, dan bahkan dalam skala yang semakin menggelobal.

Didalam masyarakat sekarang perkembangan teknologi cyberspace telah melahirkan  berbagai perubahan dan setidaknya terdapat tiga tingkat pengaruh, pertama ditingkat individual, kedua ditingkat antar individual dan ketiga, ditingkat masyarakat.

Pada tingkat individu telah menciptakan berbagai perubahan mendasar terhadap pemahaman kita tentang identitas. Setiap individu dalam dunia virtual dapat membelah pribadinya menjadi pribadi yang tidak terhingga banyaknya, sehingga tejadinya permainan identitas, identitas baru, identitas palsu, identitas ganda, yang bisa saja sama atau berbeda dengan identitas social di dunia nyata.

Pada tingkat interaksi social, kehadiran internet telah melahirkan semacam deteritorialisasi social, artinya interkasi social tidak dilakukan didalam sebuah ruang territorial yang nyata, tetapi di dalam sebuah halusiansi territorial, seseorang bisa saja sangat intim dengan orang lain di dunia maya ada belahan dunia lain tanpa pernah sekali pu bertemu, ketimbangn saudara kandung atau tetangganya sendiri.

Pada tingkat komunitas, kehadiran cyberspace dapat menciptakan satu model komunitas demokratik dan terbukka yang disebut Rheingold dengan istilah :komunitas imajiner”.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 09:07

Friday, 6 February 2015

permainan tradisional hampir punah

permainan tradisional hampir punah
Masa kecil adalah masa-masa bermain yang tak ada beban dipikiran anak-anak, pikiran lepas berjalan apa adanya meskipun sekali ada saatnya menangis karena suatu pertengkaran dengan sesama teman namun itu hanya sesaat dan saat itu baikan kembali itu lah masa-masa kecil dulu dan tidak mempunyai rasa dendam, mudah memaafkan tidak ada yang namanya iri hati atau dengki. Semasa kecil dulu tempatnya dikampung cibubuay, saya gemar sekali bermain permainan tradisional, seperti, bermain layang-layang, pistol-pistolan, mobil-mobilan yang terbuat dari bambu, bermain sondah, bermain lompat tinggi, boy-boyan petak umpat, main bola,  dan lain sebagainya.

Namun apa boleh buat zaman telah berganti semua permainan itu sekarang hilang ditelan oleh zaman masa sekarang, yang berubah menjadi permainan yang serba modern. Dan anak-anak sekarang mulai beralih menggunakan permainan modern tersebut seperti boneka-bonekaan, mobil-mobilan yang pakai remot kontrol, PS, dan lain sebagainya semuanya harus membeli. Anak-anak dikampung saya telah menjadi korban dari globalisasi permainan modern. Globalisasi selalu dikaitkan dengan modernsiasi, tidak kuno, tidak ketinggalan jaman,dan lain sebagainya. Sehingga implementasinya, anak akan dicap ‘gak gaul’ atau ‘katrok’ jika tidak mencoba atau mengganti permainan-permainan tradisionalnya dengan mainan produk globalisasi tersebut.

  Ada beberapa orang tua yang kenapa mau memberikan/membelikan permainan tersebut alasanya agar anaknya betah dirumah tidak  keluyuran keluar rumah.
Padahal bila saya telaah permainan teradisional tersebut banyak manfaat dan filosofis, entah itu manfaat secara kasat mata atau sikis, salah satunya adalah kesehatan badan dikarenakan badan selalu bergerak ketika menikmati permainan tersebut, dan otak selalu berputar dengan berbagai taktik dan ide agar kita memenangkan permainan tersebut. Peran kebersamaan dan kekompakan pun tidak bisa lepas dari sebuah permainan.

Apakah benar irwan permainan tradisional mempunyai filosofis, Saya ambil contoh dalam hal bermain layang-layang dimana kalau kita ingin layang-layang itu terbang tinggi pasti butuh usaha kesabaran dan kerja keras, namun ketika layang-layang itu sudah terbang tinggi kita harus mampu memainkannya, agar terjangan angin tidak mengoyak dan menghancurkan layang-layang itu, begitu pun hidup kalau menurut saya untuk mencapai suatu tujuan perlu usaha dan kerja keras dan ingat harus dibarengi dengan doa, namun ingat ketika hidup kita sudah dipuncak atas kesuksesaan godaan selalu ada, hal ini di ibaratkan angin yang menerjang layang-layang yang kita mainkan.

Masa kecil kita tidak sia-sia bila kita mengalami dan merasakan permainan tempo dulu sebab hal itu menurut saya murni terlahir dari sebuah kreatifitas dari anak cibubuay itu sendiri tanpa pengaruh oleh budaya Barat itu sendiri.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 06:40

Thursday, 5 February 2015

Definisi komunikasi

Secara etimologis , komunikasi berasal dari Bahasa latin communico yang berarti membagi. Yang dimaksud membagi adalah membagi gagasan , ide atau pikiran antara seseorang dan orang lain (Cangara, 2002:18). Comunico berakar dari kata communis yang berarti sama, sama arti atau sama makna (Effendy, 1992:54). Dalam komunikasi , hakikatnya harus terkandung kesamaan makna atau kesamaan pengertian. Tidak ada kesamaan makna atau kesamaan pengertian. Tidak ada kesamaan pengertian di antara mereka yang melakukan komunikasi , komunikasi tidak akan berlangsung. Tegas nya tidak ada komunikasi.

Komunikasi dalam Bahasa inggris dikenal dua macam :  communication dan comunmunication. Comumunication adalah proses pengoperan lambing-lambang yang mengandung arti, sedangkan communications adalah proses komunikasi yang menggunakan alat-alat mekanis, yang biasa disebut media massa. Berdasarkan pengertian tersebut , maka komunikasi adalah proses pengoperan lambing-lambang yang mengandung arti dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media massa.
Secara terminologis , para ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi-komunikasi dari berbagai presfektif , yakni presfektif filsafat , sosiologis , dan psikologis . Dalam presfektif filsafat, komunikasi dimakanai untuk mempersoalkan apakah hakikat komunikator-komunikan , dan bagaimana mereka menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas di alam semesta (Rahmat, 1997:8).

Kerangka ini sering dikutif  untuk merujuk kepada Aristoteles dalam bukunya De Arte Rhetorica, Aristoteles merumuskan komunikasi pada tiga komponen  yaitu siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan , dan siapa yang mendengarkan . Pendapat ini lebih relevan dengan komunikasi lisan dalam bentuk vidato  atau ceramah. Hal ini dapat dipahami karena pada zaman itu komunikasi baru muncul pada tataran retorika atau bicara di depan umum.

Dari prespektif  psikologis, Hovland, Janis, dan Kelly (dalam Rakh-mat. 1997:3) mendefinisi komunikasikan komunikasi sebagai “the process by which’an individual (the communicator) transmits stimulus (usually verbal) to modify the behavior of the other individuals (the audience.” Artinya komunikasi adalah proses yang ditempuh seorang individu (komunikator) untuk menyampaikana stimulus (biasanya dengan lambing dengan kata-kata) guna mengubah tingkah laku orang lain (komunikan). Bagi Hovland , komunikasi dilakukan untuk mengubah perilaku orang lain. Itulah yang menjadi objek studi ilmu komunikasi, yakni bagaimana caranya agar orang berperilaku atau melakukan tindakan tertentu . Lantas , Dance (1967) mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi komunikasi behaviorisme sebagai upaya untuk menimbulkan respons melalui lambing-lambang verbal.


Dipandang dari presfektif sosiologis, Colin Cherry (1964) mendefinisika omunikasi sebagai upaya untuk membuat satuan social yang terdiri dari individu-individu upaa untuk membuat satuan social yan terdiri dari individu-individu dengan menggunakan Bahasa atau tanda,. Harnack dan Fest (1964) menganggap komunikasi sebagai proses interaksi  interaksi di antara orang-orang untuk tujuan integrasi intrapersonal da interpersonal. Edwin Neumann mendefinisikan komunikasi sebagai proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi berfungsi (Rakhmat.1997:8). Rahmat menyatakan bahwa komunikasi dalah proses penyampaian dan penerima lambing-lambang hubungan social dimana individu-individu berinteraksi dan saling mempengaruhi . (Rakhmat, 2007:10). Pendapat tersebut menunjukan bahwa sosiologi menitikberatkkan komunikasi dalam konteks interaksi social untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 20:31

Friday, 25 April 2014

TAK SESUAI HARAPAN::


Kisah seorang ikhwah...Yang amat mencintai istrinya, namun istrinya tak mencintainya
Ia mengharapkan lelaki lain, yang lebih darinya...

Wanita itu telah pandai bahasa arab, sementara suaminya hanya memahami bahasa indonesia. Wanita itu telah lama mengaji, sementara suaminya, sibuk membanting tulang mencari nafkah. Tuk membahagiakan kekasihnya. Wanita itu telah banyak menghafal alqur'an, sementara suaminya tak banyak bisa menghafal...

Mungkin...
Kini suaminya sudah tak berharga di matanya, mungkin...
Kini cintanya telah pudar di hatinya, karena tak sesuai harapannya.

Demikianlah...
Kisah cinta yang bertepuk sebelah, karena istrinya tertipu oleh kepintarannya. Ilmu tak membuatnya semakin sayang pada suaminya.
Ilmu tak membuatnya semakin berbakti kepada suaminya.
Ilmu membuatnya angkuh, Tak ada lagi cinta dihatiku kilahnya...

Saudariku...
Engkau boleh lebih berilmu dari suamimu. Tapi mungkin suamimu lebih takut kepada Allah darimu. Engkau boleh punya banyak kelebihan di atas suamimu. Tapi suamimu, mungkin lebih dicintai oleh Rabbmu karena ketawadlu'annya...

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...
Ilmu itu bukanlah dengan banyak menghafal riwayat
Namun ilmu adalah yang menimbulkan rasa takut kepada Allah.

Dimanakah hadits yang telah engkau hafal, "Suamimu adalah surgamu atau Nerakamu..."

Ya Rabb... Berilah kami ilmu yang bermanfaat..

Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 05:05

Tuesday, 22 April 2014

Semua Menjadi Mudah Dengan Ilmu

Ilmu dan kemudahan itu ibarat dua sahabat dan dua saudara sekandung. Coba lihat para ulama, kehidupan mereka senang, dan untuk berhubungan langsung dengan mereka juga tidak sulit. Mereka memahami tujuan hidup.

 Mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Dan , mereka telah menyelami dasar nilai kehidupan. Sedangkan para pezuhud yang ilmunya masih sangat dangkal, masuk kategori orang yang kehidupannya sangat mengenaskan dan banyak tertekan.


Mengapa ? Karena hanya mendengar kalimat-kalimat yang tidak mengerti artinya, dan masalah-masalah yang tidak mereka pahami arahnya. Penyimpangan yang menimpa kaum Khawarij tak lain juga disebabkan tingkat ke ilmuan dan pemahaman mereka yang masih dangkal.


Mereka tidak mampu menyentuh hakikat-hakikat kebenaran, dan tidak mendapatkan petunjuk untuk mencapai maksud-maksud syariah. Mereka berhenti pada kedangkalan, tidak mau berusaha ke yang lebih tinggi, dan bahkan terjerembab di dalam kebingungan.

Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 16:10

Monday, 21 April 2014

WISATA AIR CIPANAS


Cibuntu adalah desa yang terletak di kecamatan simpenan kabupaten sukabumi, cibuntu tak kalah menarik dengan tempat-tempat wisata pada umumnya yang ada daerah di Indonesia. 

Ternyata cibuntu secra diam-diam memiliki tempat wisata alam yang sangat indah, warga setempat sering menyebutnya dengan pemandian Cipanas.


Cipanas adalah salah satu sumber air yang keluar dari perut bumi, dengan mengeluarkan air yang sangat panas, dan menurut waga kalau kita selesai mandi disana badan kita akan merasa enak, rasa cape dan rasa pegal pun akan tidak terasa. 

Dan baik untuk kulit, seperti menghilangkan kotoran, gatal-gatal karena penyakit kulit lainnya.
Ditambah dengan pemandangan sungai, dan hamparan sawah warga yang sangat indah, belum lagi memiliki air terjun yang tingginya kira-kira mencapai 10 meter, dan air terjunya itu tujuh tingkat.

Dan tempatnya tidak jauh dari desa cibuntu, jarak menuju lokasi sekitar 6 Kg, bisa ditempuh dengan menggunakan roda dua, maupun roda empat. Ayo berkunjung ke desa kami.


Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 11:22

Pesona alam Pantai Palabuhanratu


Hamparan laut yang indah  gelombang iar laut yang menawan yang terdapat di Indonesia tempatnya didaerah Citepus kecamatan Palabuahanratu kabupaten sukabumi.

 menyimpan sejuta pesona dibalik pesonanya tersimpan tradisi yang diadakan di daerah setempat tepatnya pada tanggal 9 April kemarin biasanya setiap tanggal 9 itumasyarakat setempat mengadakan pestival tahunan yang disebut dengan “HARI NELAYAN”.


Hari nelayan ini adalah hari di mana warga setempat yang mayoritasnya adalah nelayan menghanyutkan hasil bumi kelaut kata mereka sebagai makanan ikan agar hasil ikan tangkapan mereka melimpah ruah dan ada juga yang mempercayai sebagai sesajen, untuk penunggu pantai selatan yaitu Nyi Roro Kidul.
Untuk kebenaran mitos itu ssat ini belum terbukti dengan pasti karena di berbagai derah juga memiliki  cerita yang sama mengenai Nyi Roro Kidul. Hari nelayan ini selain sebagai tradisi yang di lestarikan juga sebagai penarik wisatawan baik local maupun manca negara


Posted by Romeltea Media
Dunia Inspirasiku Updated at: 10:18

 
Romeltea Media